Rabu, 02 Maret 2016

Secara Teknis Pembuatan Sepeda R3 (Reverse trike bike)

Seperti pada sepeda biasa (roda 2) , mengendarai dengan steer yang bagus adalah bila dijalankan dengan mengayuhnya tanpa pegangan pada steer, akan dengan sendirinya berjalan tanpa banyak goyang setelah dikayuh beberapa detik. Karena dengan dorongan pedal pada kaki, roda berputar -sebagai free wheel- bodi sepeda akan stabil setelah berjalan beberapa detik pada kecepatan sekian km/jam . Kita bisa melihat sepeda besar (sepeda onto/ sepeda kuno), sewaktu dikendarai akan nyaman untuk waktu yang lama atau perjalan jauh. Pengalaman waktu kecil (SD kelas6) , saya pernah mengayuh sepeda onto ini sepanjang 28km x 2. (pergi-pulang) dari kota
Lamongan ke Babat.
Dengan adanya pengalaman ini bisa disimpulkan bahwa kenyamanan mengendarai adalah hal utama, sedangkan yang lain bisa menyusul.
Kenyamanan bersepeda bisa diterapkan pada sepeda R3 (reverse trike bike) dengan memperhatikan sbb:
1. Tempat duduk (sadel) yang nyaman dengan dasar yang agak lebar dan tidak atos(keras) untuk diduduki.
2. Bila sepeda dikendarai walaupun tidak serius steer dipegangi, akan tetap lurus.
3. Berkaitan dengan itu , as penggerak beloknya roda dibuat ada kemiringan beberapa derajad. Yang sering dipakai teknisi mekanik sepeda sekitar 11 derajad sampai 13 derajad  di ukur dari arah vertikal.
4. Adanya sandaran yang nyaman , bahkan dibuat secara ergonomi tubuh manusia.
5. Kelengkapan seperti: bel, sein belok, rem baik yang manual atau cakram dll.
6. Kelengkapan untuk jalan pada malam hari yakni : lampu depan atau belakang.
7. Kalau perlu box perlengkapan seperti: kunci pas, ring , tang, obeng dan pompa kecil (pompa tangan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar